Tampilkan postingan dengan label cara menulis buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara menulis buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

Teknik Menulis Buku Pertama Supaya Lolos Ke Penerbit Buku Idaman!

Teknik Menulis Buku Pertama Supaya Lolos Ke Penerbit Buku Idaman!


Teknik Menulis | Teknik Menulis Buku | Teknik Menulis Buku Pertama | Cara Membuat Buku

Pernahkah Anda ingin mempunyai buku, tapi tidak tahu cara memulainya? Sudah membaca berbagai macam tips dan teknik menulis namun malah bingung mengaplikasikannya? Atau Anda takut untuk mengirimkannya ke penerbit buku?

Pernahkah Anda mulai menulis buku, tapi mandeg dan tidak tahu cara melanjutkannya? Atau malah tergelincir dari rencana semula? Memang tidak ada aturan baku dalam teknik menulis buku. Para penulis memiliki aturan masing-masing yang dianggap nyaman ketika menulis buku.

Banyak sekali tips-tips menulis yang dibagikan para penulis, namun cara berikut cukup efektif membantu mengasah teknik menulis buku, terutama buat yang masih pemula. Cara berikut diberikan oleh C.S. Lewis (penulis terkenal dari buku seperti Chronicles Narnia) kepada seorang fansnya. Waktu itu, ada seorang siswi Amerika menulis kepada penulis favoritnya C.S Lewis meminta saran tentang bagaimana menjadi penulis baik. Penulis tersebut mengirimnya daftar beberapa aturan dalam menulis. Tips ini memang sudah berusia 51 tahun, namun beberapa dari mereka masih bisa diterapkan dan banyak membantu untuk calon penulis.

Pahamilah setiap kata yang Anda gunakan 


Jadikanlah keinginan untuk mempelajari kosakata baru dan menggunakannya dalam tulisan Anda sebagai sebuah hobi. Tujuannya bukanlah untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang berlebihan, tetapi untuk berkomunikasi dengan lebih tangkas. Kosakata yang luas akan menambah isi dari tulisan Anda. Beberapa penulis menggunakan kata-kata yang hanya dimengerti sekilas oleh mereka, tetapi pastikanlah agar Anda betul-betul memahami setiap kata yang Anda gunakan. Sebuah kamus yang tebal dapat menjadi keuntungan bagi seorang penulis, tetapi demi efisiensi, Anda boleh saja memakai kamus elektronik di komputer Anda.

Tulislah mengenai hal-hal yang menarik bagi Anda. Jika Anda tidak memiliki ketertarikan terhadap apa pun, maka Anda tidak akan menjadi seorang penulis.


Dua kalimat di atas mengandung kebenaran. Terlalu banyak penulis yang menyelesaikan karyanya karena didorong oleh mendapat uang, atau tenggat waktu daripada karena didorong oleh keinginan menghasilkan karya yang indah. Kewajiban, keuntungan, atau sebuah tenggat waktu sering kali menurunkan ambisi yang kita miliki, tetapi tentu saja akan menjadi sangat menarik jika kita bisa menggabungkan ketiga elemen itu. Korbankanlah semua yang Anda miliki jika harus, tetapi jangan pernah mengorbankan ambisi menulis Anda. Ambisi menulis Anda merupakan sebuah elemen penting dalam penulisan Anda.

Bacalah buku-buku yang bermutu dan hindarilah berbagai macam majalah.


Jika Anda tertarik untuk mengasah teknik menulis buku, maka Anda perlu membaca buku-buku yang bermutu. Isilah pikiran Anda dengan materi-materi yang berkualitas tinggi, dan tak lama kemudian Anda akan dapat mereproduksinya dalam tulisan-tulisan Anda. Sering kali para penulis dibuat bingung dengan dua pilihan; menulis karya yang bagus atau menulis karya yang menjual? Idealnya, karya yang Anda tulis itu memiliki kualitas sastra yang baik dan akan menjadi karya yang populer, dan jalan menuju kepada hal itu adalah dengan membaca buku-buku yang bermutu. Gaya tulisan adalah sesuatu yang penting dan paling baik diserap dari membaca buku-buku yang telah melewati ujian waktu. Saat ini banyak sekali penerbit yang mengeluarkan buku-buku bermutu dengan harga yang terjangkau.


Matikan radio, TV, ataupun mulitimedia sejenisnya.


Belakangan ini, para penulis mungkin juga perlu mematikan televisi, iPod, atau streaming musik dari internet, bila perlu matikan handphone Anda atau ganti dalam mode senyap. Beberapa penulis yang menyatakan bahwa suara-suara tertentu dapat mendorong kreativitas mereka, tetapi ada juga yang tidak memercayainya, dan tampaknya penulis terkenal seperti C.S. Lewis pun tidak memercayainya. Menulis buku adalah aktivitas sunyi, aktivitas ini membutuhkan ruangan dalam pikiran kita untuk membentuk kata-kata, sehingga aktivitas apa pun yang bersaing untuk mendapatkan ruangan dalam pikiran kita akan mengurangi kualitas tulisan. Penulis yang baik adalah penulis yang mampu untuk menjalani kesendirian dan tidak membutuhkan pengisi apa pun.

Sampaikan dengan jelas.


Ingatlah bahwa pembaca Anda tidak dapat membaca pikiran Anda. Jangan lupa menyampaikan apa yang perlu mereka ketahui dengan persis, agar mereka dapat mengerti apa yang Anda maksudkan. Deskripsikan sebuah kondisi dengan gaya penulisan Anda sehingga teercipta sebuah keelokan. Keelokan dan kualitas tulisan akan dapat dicapai melalui kejelasan tentang apa yang ingin disampaikan, karena itulah kejelasan menjadi tujuan utama.

Kulihat sebuah kursi roda. Duduk di kursi roda itu, seorang tua yang wajahnya tak bisa kulihat dengan jelas karena memakai topi laken seperti aku. Rambutnya gondrong dan sudah memutih seperti diriku, namun ketuaannya bisa kulihat dari tangannya yang begitu kurus dan kulitnya yang sangat keriput. (Cerpen Ritchie Blackmore karya Seno Gumira Ajidarma dalam buku Kematian Donny Osmond). Kalimat tersebut terlihat lebih indah daripada Aku lihat seorang tua duduk di kursi roda.

Simpanlah tulisan-tulisan Anda yang tidak terpakai karena Anda pasti akan membutuhkannya suatu saat nanti.


Segala sesuatu terbentuk dari berbagai materi yang lain. Seorang penulis perlu memiliki sebuah jurnal menulis karena sebagai manusia kita dapat dengan mudah melupakan sesuatu, baik berupa rencana, ide cerita, kata-kata, kalimat percakapan, peristiwa, serta berbagai pengalaman. Kebanyakan penulis pernah menulis paragraf yang tak tuntas, karya yang tak selesai, maupun hasil karya yang ditolak, namun Lewis mengingatkan kita untuk menyimpan semua itu dan menggunakannya sebagai sumber karya tulis yang lain.

Anda membutuhkan kemampuan untuk mengenali rima dari kata-kata yang Anda tulis, tapi suara berisik dari mesin ketik dapat mengganggu Anda.


Sekali lagi Lewis menekankan pentingnya irama dari kata-kata yang kita susun, tetapi dari seluruh nasihat yang diberikannya, mungkin ini adalah saran yang paling kuno. Keyboard komputer yang kita miliki sekarang ini mungkin tidak seberisik mesin ketik. Saya telah menggunakan banyak metode yang berbeda untuk menuangkan pikiran saya ke atas kertas, tetapi ketika saya ingin mencurahkan yang terbaik untuk tulisan saya, saya akan menulis pemikiran saya di atas kertas tulis dengan gaya tulisan saya sendiri. Saya rasa C.S. Lewis akan tersenyum melihat orang-orang yang dapat menghubungkan pikiran dengan tangannya, dengan cara yang sangat elemental. Itulah yang dilakukan C.S. Lewis, sehingga ia dapat menghasilkan buku-buku yang berkualitas baik.

Menulislah dengan telinga, bukan dengan mata. Buatlah setiap kalimat terdengar baik


Ini adalah aturan Lewis yang terpenting. Di dalam tulisan yang baik terdapat irama-irama tertentu, dan sebaiknya Anda menemukan irama Anda sendiri. Hal ini menjadi sebuah alasan baik yang lain untuk mematikan radio, televisi, atau musik selagi Anda menulis. Para penulis yang berpengalaman mengetahui bahwa setiap kalimat tidak selalu terdengar baik, sehingga Anda perlu menuangkan pikiran-pikiran Anda terlebih dahulu ke atas kertas coretan sebelum kembali ke draf yang sedang Anda kerjakan, lalu "menyetel" bunyi kalimat-kalimatnya sesuai dengan gaya Anda.

Teknik menulis buku adalah suatu keterampilan. Mau menulis tentang buku ilmu pasti semacam matematika, komputer, sampai buku fiksi sekalipun, butuh teknik. Anda akan memulainya sebagai seorang amatir, berjuang sebagai seorang pembelajar sampai akhirnya berkembang menjadi seorang ahli seperti C.S. Lewis. Karena menulis adalah keterampilan dan bukan bakat, setiap orang seharusnya dapat memiliki keterampilan ini dan menjadi ahli seiring berjalannya waktu. Tetapi harus diingat bahwa waktu yang Anda miliki harus diinvestasikan untuk benar-benar menulis, bukan sekadar berpikir atau berkeinginan untuk menulis saja selain membaca karya-karya dari orang-orang yang telah menjadi ahli dalam keterampilan ini.

Demikian artikel ini ditulis. Jika Anda ingin menambah ilmu pengetahuan Anda lagi tentang teknik menulispenerbit buku, atau cara menerbitkan di penerbit buku, Anda bisa ke artikel sebelumnya. Semoga naskah Anda diterima di penerbit buku idaman Anda. Salam integritas!


4 Hal yang WAJIB Disunting Dalam Teknik Menulis Agar Lolos ke Penerbit Buku

4 Hal yang WAJIB Disunting Dalam Teknik Menulis Agar Lolos ke Penerbit Buku


teknik menulis | teknik menulis buku | teknikl menulis cerita | penerbit buku




Teknik menulis buku tidak hanya selesai ketika kita sudah berhenti melakukan proses penulisan, tetapi ada proses yang lebih rumit lagi yaitu penyuntingan. Semua itu agar naskah kita nantinya dapat diterima oleh penerbit buku yang kita inginkan


1. Gaya Bahasa | Teknik Menulis

Bagian lain yang juga penting untuk kita perhatikan adalah bagian gaya bahasa. Gaya bahasa ini lebih menekankan pada keteraturan kita dalam teknikmenulis buku. Artinya apakah tulisan kita sudah bertutur dan mengalir. Apabila tulisan kita memiliki gaya bahasa yang baik, maka biasanya pembaca akan dengan mudah menikmati tulisan yang sudah kita buat tersebut.

Proses penyuntingan pada bagian ini sebenarnya lebih baik dilakukan oleh kita sendiri sebagai seorang penulis. Hal tersebut menjadi penting karena gaya bahasa seseorang mencerminkan karakternya sendiri. Ketika gaya bahasa yang sudah kita buat diubah oleh editor atau orang lain, maka ciri khas atau karakter kita sebagai seorang penulis tidak akan terlihat.

Perlu kita akui bahwa setiap penulis biasanya memiliki gaya bahasanya sendiri. Apabila kita tetap menyerahkan proses penyuntingan bagian gaya bahasa tersebut tetap diserahkan kepada orang lain, maka kita perlu memastikan bahwa mereka tidak banyak mengubah karakteristik tulisan kita.


2. Rasa Bahasan | Teknik Menulis

Bagian terakhir yang tidak kalah pentingnya dalam proses penyuntingan tulisan adalah rasa bahasa. Rasa bahasa yang dimaksud adalah pemilihan kata yang sesuai dengan tema atau segmen pembaca yang kita pilih. Sebagai contohnya, kata indah, elok, keren, dan bagus pada dasarnya memiliki makna yang sama.

Meskipun demikian, kata-kata tersebut tidak bisa kita gunakan ke dalam semua jenis tulisan. Artinya penggunaan kata-kata tersebut harus disesuaikan dengan konteks tulisan yang kita buat supaya rasa bahasanya tepat. Sedikit terasa rancu dan aneh ketika kita menggunakan bahasa keren dalam buku yang sebenarnya bersifat ilmiah dan cenderung kaku. Kata tersebut sebenarnya lebih cocok digunakan untuk jenis tulisan yang cenderung santai dan tidak terlalu terikat pada aturan. Oleh karena itu, kita juga harus memiliki pengetahuan terkait dengan pemilihan kata-kata tersebut dalam teknik menulis.


3. Logika Bahasa | Teknik Menulis

Bagian lain yang tidak kalah penting ketika melakukan proses penyuntingan adalah logika bahasa. Logika bahasa memiliki artian bahwa apakah tulisan yang kita tulis tersebut mudah dipahami oleh para pembaca, khususnya kaitannya dengan logika atau pola pikir yang kita gunakan. Banyak kalimat yang susunannya terbalik, sehingga banyak bagian dari tulisan tersebut yang logikanya juga terbalik. Bagian ini juga sedikit rumit karena kita sebagai penulis harus memastikan apakah tulisan yang kita susun sudah runtun pola pikirnya. 

Artinya ketika pembaca tersebut membaca tulisan kita, topik yang kita bahas di dalam tulisan tidak berputar-putar. Dengan kata lain, kita tetap fokus pada topik yang sedang kita bahas. Dalam pembahasannya, kita juga harus membuat jalan pikiran yang mudah dimengerti oleh para pembaca, terlebih ketika segmen pembaca tersebut tidak sesuai dengan bidang keilmuan yang kita tekuni.

Beberapa contoh bagian dari logika bahasa yang bisa kita perhatikan yaitu terkait dengan pembuatan atau pemilihan jenis paragraf. Dalam teknik menulis buku, tentu kita akan menuliskan gagasan atau ide kita dalam bentuk paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat. Sebelumnya tentu kita harus mengetahui bahwa dalam menulis, ada beberapa jenis paragraf yaitu deskriptif, naratif, induktif, dan deduktif. 

Ketika kita sudah memahami masing-masing jenis tersebut, langkah selanjutnya adalah dengan mengaplikasikannya dalam tulisan kita. Oleh karena itu, ketika melakukan proses penyuntingan, hal yang kita perhatikan adalah keruntutan paragraf yang kita buat tersebut. Kita juga harus memastikan jenis paragraf yang kita gunakan. Jangan sampai kita tidak mengetahui hal tersebut.

4. Ejaan Yang Disempurnakan | Teknik Menulis


Ejaan Yang Disempurnakan menjadi salah satu bagian yang paling vital ketika kita mengasah teknik menulis buku. Bahkan banyak kesalahan yang dilakukan oleh penulis berada di bagian ini. Banyaknya kesalahan yang dilakukan tersebut pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari sifat ejaan itu sendiri yang lebih mengandalkan aspek teknis daripada substansi

 Beberapa hal yang menjadi bagian dari ejaan yaitu penggunaan huruf besar atau kecil, kata depan, spasi, ejaan nama orang atau nama tempat, dan lain sebagainya. Meskipun terlihat sepele, kesalahan yang kita buat dalam hal ejaan tentu juga akan berdampak pada kenyamanan pembaca ketika ingin menikmati tulisan kita tersebut. Semakin banyak pembaca menemukan kesalahan yang kita buat pada bagian ini, tentu pembaca akan mempertanyakan kemampuan kita dalam teknik menulis. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari ekspetasi pembaca dimana seorang penulis adalah mereka yang mengerti dan paham tentang dunia kepenulisan.

Selanjutnya, apabila proses penyuntingan dilakukan oleh penulis sendiri, maka konsekuensinya akan lebih besar. Artinya penulis juga harus menguasai teknis-teknis kepenulisan, mulai dari hal yang sederhana hingga hal yang lebih rumit. Bahkan untuk melakukan proses penyuntingan pada bagian ejaan ini, seorang penulis membutuhkan waktu yang relatif lama.

Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari tingkat kesulitan yang ada ketika kita ingin memperbaiki bagian ejaan. Selain itu, bagian ejaan tersebut cenderung lebih rumit karena kita harus membacanya secara pelan-pelan supaya tidak ada bagian yang kita lewati, sekalipun itu berkaitan dengan tanda baca. Oleh karena itu, apabila kita merasa tidak terlalu paham dengan ejaan, maka kita bisa meminta bantuan orang lain untuk melakukan proses penyuntingan tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat! Pelajari lebih banyak lagi disini!

[bw][/mag]

Baca juga:

Awas! Jangan Mengoreksi Tulisan Sebelum Selesai! | Teknik Menulis