Tampilkan postingan dengan label teknik menulis best seller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik menulis best seller. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2016

Teknik Menulis Judul Buku yang Jitu nan 'Menjual'!

Teknik Menulis Judul Buku yang Jitu nan 'Menjual'!


teknik menulis | teknik menulis judul | teknik menulis judul buku | teknik menulis buku | teknik menulis buku judul


Teknik menulis judul adalah bagian yang sulit sekaligus mudah untuk dibuat. Bagaiman kita bisa membuat judul yang menarik bagi penerbit buku? Bagaimana supaya kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis judul buku menarik nan 'menjual'?

Teknikmenulis buku pada dasarnya adalah sebuah kemampuan yang terlahir dari ketelitian dan kerja keras si penulis. Dalam prosesnya pun, menulis buku bisa dikategorikan salah satu kegiatan yang sulit dilakukan, terutama bagi mereka yang pada dasarnya tidak memiliki niat untuk menulis buku. Setiap bagian dari buku yang ditulis memiliki tingkat kesulitannya masing-masing, mulai dari penentuan judul, daftar isi, bab-bab yang akan dibahas, dan lain sebagainya.

Salah satu bagian terpenting dan vital dari buku yang kita tulis adalah bagian judul buku. Hal tersebut menjadi lumrah ketika buku yang kita terbitkan tidak dapat dilepaskan dari target penulis dan penerbit buku itu sendiri untuk merambah pasar masyarakat. Dengan kata lain, judul dapat mempengaruhi masyarakat untuk tertarik membeli buku yang kita tulis, terlepas dari teknik menulis si si penulis untuk isi buku tersebut.

Menulis judul buku menjadi terasa sulit ketika judul tersebut secara tidak langsung harus merepresentasikan isi dari tulisan yang kita buat di dalam buku tersebut. Di sisi lain, membuat judul buku tersebut dapat dianggap mudah karena kita hanya membutuhkan beberapa kata yang disusun untuk membentuk sebuah kalimat atau frasa yang menarik untuk dibaca masyarakat. Apabila judul yang kita buat tersebut berhasil merepresentasikan tulisan kita, maka pembaca tidak ragu lagi untuk membeli buku tersebut.

Dalam rangka menemukan inspirasi untuk menuliskan judul buku yang kita tulis, sebenarnya ada beberapa teknik menulis yang bisa kita tempuh.

Tahap pertama, yaitu menentukan topik umum dari tulisan yang kita buat. Adapun contoh dari topik umum yaitu buku tentang politik, ekonomi, makanan, menulis, dan lain sebagainya. Sebagai contohnya, kita coba ambil topik umum tentang politik. Langkah selanjutnya yaitu dengan menentukan topik spesifik yang mana merupakan turunan dari topik umum yang kita pilih. Dalam hal politik sebagai contohnya, maka topik spesifik yang bisa kita ambil adalah demokrasi. Langkah terakhir adalah menentukan judul buku yang kita tulis. Satu hal yang perlu kita ingat yaitu judul buku bersifat lebih sempit dari topik umum dan topik spesifik. Apabila kita mengambil topik spesifik tentang demokrasi, maka judul buku yang bisa kita buat yaitu ‘Demokrasi sebagai Siasat’, ‘Demokrasi Prosedural di Indonesia 1998-2014’, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, proses penyusunan judul pada dasarnya tidak harus dilakukan di awal ketika kita sedang menulis buku. Dengan kata lain, kita dapat menentukan judul dari buku yang kita tulis ketika tulisan kita sudah selesai dan siap untuk diterbitkan. Langkah tersebut dinilai lebih efektif daripada kita telah menentukan judul buku di awal ketika kita sedang akan menulis buku. Apabila penentuan judul buku tersebut dilakukan di akhir, maka setidaknya kita dapat membuat sebuah refleksi atau kesimpulan singkat dari tulisan yang kita buat tersebut. Berangkat dari kesimpulan singkat tersebut, kita bisa mengambil intisarinya yang kemudian bisa kita jadikan rujukan untuk menentukan judul buku yang sesuai dengan tulisan kita. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila dalam proses penentuan judul dari buku yang kita tulis, kita sering mengalami perubahan dalam menentukan judul buku untuk menyesuaikan isi dari tulisan kita.


Berangkat dari kondisi di atas, lalu bagaimana kita bisa membuat judul buku yang menarik di mata masyarakat?

Apabila sebelumnya kita telah membahas cara mendapatkan inspirasi untuk membuat judul dari buku yang kita tulis, maka selanjutnya ada beberapa trik yang bisa kita gunakan untuk mempercantik judul yang kita buat. Dalam teknik menulis buku, tahap ini menjadi bagian yang krusial karena akan menentukan ketertarikan pembaca terhadap buku yang kita tulis
.

1. Membuat Penasaran | Teknik menulis


Salah satu trik yang menarik untuk membuat judul ketika kita menulis buku yaitu dengan membuat pembaca menjadi penasaran terhadap isi buku yang kita tulis. Dalam hal ini, kita hanya perlu memainkan kata-kata untuk selanjutnya disusun menjadi sebuah judul yang sekiranya dapat membuat pembaca bertanya-tanya. Apabila judul tersebut berhasil membuat pembaca tertarik, maka selanjutnya pembaca akan berusaha untuk mencari isi dari sebuah buku yang kita tulis. Adapun judul yang kita buat bisa bersifat sensasional ataupun kontroversial. Judul yang menantang akan mengguggah pembaca untuk melakukan atau mempraktikkan gagasan-gagasan yang disajikan ke dalam suatu buku. Untuk buku referensi atau buku yang disusun berdasarkan penelitian, ada beberapa judul yang menarik seperti ‘Monarki Yogya? Inkonstitusional?’ karya Aloysius Soni atau ‘Benarkah Hamengku Buwono IX Anggota CIA?’ karya K.Tino. Penulisan judul tersebut bisa dibuat dengan menggunakan kalimat tanya untuk membuat pembaca penasaran.


2. Bombastis | Teknik Menulis


Apabila kita membahas tentang buku populer, maka judul yang bombastis seringkali dikaitkan dengan buku yang laku keras di pasaran (best seller). Meskipun demikian, fenomena tersebut pada dasarnya kembali kepada masing-masing pembaca karena adanya penilaian yang subjektif. Pada dasarnya buku yang memiliki isi bagus harus dibarengi dengan judul buku yang bagus juga. Itulah yang sebenarnya yang dipikirkan oleh penerbit buku.

Apabila isi buku tersebut tidak diimbangi dengan judulnya yang bagus, maka buku tersebut bisa menjadi sia-sia karena tidak dilirik pembeli atau pembaca. Membuat judul yang bombastis untuk buku populer pada dasarnya lebih mudah daripada membuat judul untuk buku teks.

Sebagai contohnya, judul buku populer yang bagus yaitu ‘Rich Dad Poor Dad’ karya Robert Kiyosaki atau ‘Quantum Learning’ karya Boby de Porter. Untuk judul buku teks, adapun contohnya yaitu ‘Sosiologi: dengan Pendekatan Membumi’ karya Henslin atau ‘Statistik: untuk Sains dan Teknik’ karya Harinaldi.

3. Spesifik | Teknik Menulis


Salah satu trik yang bisa kita gunakan untuk membuat judul buku yang menarik yaitu dengan melakukan spesifikasi. Dengan kata lain, judul buku yang spesifik pada dasarnya akan membantu pembaca dalam memahami kemungkinan tulisan yang akan dibahas di dalam buku tersebut. Selain itu, judul buku yang spesifik juga secara tidak langsung akan membantu penulis untuk membatasi ruang lingkup bahasan. Dari sisi pembaca, adanya judul buku yang spesifik akan mempermudah pembaca dalam memahami kajian yang akan dibahas di dalam buku tersebut. Sebagai contohnya, kita bisa membuat buku dengan judul ‘Kinerja Presiden SBY 2009-2014’. Judul tersebut secara tidak langsung menyiratkan bahwa tulisan yang akan dibahas terkait dengan kinerja presiden SBY di tahun 2009-2014 sehingga buku tersebut tidak akan membahas kinerja presiden tersebut di tahun 2004-2009. Dengan demikian, bahasan yang diungkapkan bisa lebih terarah dan mengena pada sasarannya.

4. Powerful | Teknik Menulis


Dalam hal teknik menulis buku, pemilihan kata atau diksi menjadi hal yang cukup penting. Salah satu trik yang bisa digunakan untuk membuat judul buku yang menarik yaitu dengan memasukkan unsur ketegasan di dalam frasa atau kalimat yang kita buat. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan kata kerja untuk membuat judul yang kita buat terlihat lebih bertenaga.

Sebagai contohnya ada beberapa judul yang serupa, tetapi memiliki kekuatan atau ketegasan yang berbeda yaitu ‘Geografi Pariwisata’ (kurang bertenaga), ‘Menelusuri Geografi Pariwisata’ (cukup bertenaga), dan ‘Menguak Geografi Pariwisata’ (lebih bertenaga). Dari contoh tersebut tentu cukup jelas bahwa kita bisa menggunakan diksi yang lebih menarik untuk dibaca. Beberapa hal tersebut yang setidaknya dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat judul ketika kita sedang menulis buku untuk diterbitkan.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Suka artikel ini? Ayo pelajari lagi tentang penerbit buku atau sistem penerbitan buku!
Sudah punya tulisan? Naskah? Ayo terbitkan disini!


[bk][/mag]





Baca juga:

Teknik Menulis Buku Pertama Supaya Lolos Ke Penerbit Buku Idaman!

Rabu, 07 September 2016

Rahasia TEKNIK MENULIS Novel BEST SELLER!

Rahasia TEKNIK MENULIS Novel BEST SELLER!


teknik menulis | teknik menulis buku | teknik menulis cerita


Apa rahasia sebuah novel sehingga bisa menjadi best seller? Apakah kualitas sastra tulisannya? Apakah karena penerbit buku yang menerbitkannya? Rasanya tidak. Tidak ada yang tahu pasti, tapi tetap ada teknik menulis di dalamnya. 



Mengasah Teknik Menulis? Sayang sekali, fakta menunjukkan novel bagus belum tentu laris dan novel laris juga belum tentu punya kualitas tulisan yang bagus. Saya setuju jika dikatakan menerbitkan novel adalah sebuah perjudian. Makanya banyak yang menyarankan tulislah cerita yang kau sukai. Entah itu novelmu menjadi best seller atau tidak, kepuasan sudah kau miliki.

Berapa kali setelah selesai membaca sebuah novel Anda berkata, “Saya bisa menulis buku seperti ini.” Tahukah Anda bahwa Anda benar. Kita semua, saya yakin, memiliki sedikitnya satu novel di dalam pikiran atau hati kita. Penulis novel Toni Morrison mengatakannya seperti ini: “Jika ada satu buku yang benar-benar ingin Anda baca dan belum pernah ada yang menulis buku itu sebelumnya, maka Anda harus menulisnya.”

Teknik menulis buku bukan hal yang mudah. Namun, setiap hari selalu ada buku yang diterbitkan.

Pada tahun 1996, menurut Books in Print, ada 1,3 juta judul buku diterbitkan. Jumlah buku yang diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 1996 saja berjumlah 140.000. Dan tiap tahun, jumlah buku yang diterbitkan makin banyak. Jadi, mengapa Anda tidak mulai teknik menulis buku Anda?

Mulailah dengan perasaan murni

Apa yang membuat seseorang menjadi penulis? Mungkin hal itu didorong oleh sebuah peristiwa—peristiwa yang terjadi di tahap awal kehidupan dan membentuk ketertarikan dan kesadaran-diri sang penulis.

Ambil contoh kasus Jose Saramago, penulis berbahasa Portugis pertama yang menerima Hadiah Nobel Sastra. Putera seorang petani dan seorang ibu yang buta huruf ini dibesarkan di sebuah rumah yang tidak memiliki buku, dan dibutuhkan waktu hampir 40 tahun baginya untuk beralih dari buruh pabrik logam ke pegawai pemerintahan ke editor penerbit buku hingga ke editor surat kabar. Usianya telah menginjak 60 tahun saat ia mulai menerima pengakuan di dalam dan luar negeri dengan dua karyanya, Baltasar dan Blimunda.

Saat masih kanak-kanak, ia menghabiskan liburan di rumah kakeknya di desa yang bernama Azinhaga. Saat kakeknya menderita stroke dan dibawa ke Lisbon untuk dirawat, Saramago masih bisa mengingat peristiwa yang terjadi kala itu, “Ia pergi ke halaman rumahnya, di mana tumbuh segelintir pohon, pohon fig, pohon zaitun. Lalu ia mendatangi mereka satu persatu, memeluk pohon tersebut dan menangis, mengucapkan selamat tinggal kepada mereka karena ia tahu tidak akan pernah kembali. Jika Anda menyaksikan hal itu, hidup dengan hal itu, dan hal itu ternyata tidak meninggalkan kesan apa-apa dalam hidup Anda selanjutnya,” ucap Saramago, “maka Anda tidak mempunyai rasa.”


Mulailah dengan perasaan murni. Ubahlah hal itu menjadi prosa.


Apa yang Diperlukan?


Saya yakin jika Anda bisa menulis sebuah kalimat yang sederhana (terlebih, inilah yang ditulis oleh Ernest Hemingway), mengamati dunia di sekitar Anda, dan ingin menulis buku yang bisa dijual—sungguh-sungguh menginginkannya, bukan hanya sekedar menginginkan saja—maka Anda pasti bisa melakukannya. Saya tidak percaya orang bisa menjadi penulis dengan mengikuti workshop teknikmenulis, membaca buku, atau bahkan membaca artikel ini. Tulisan muncul dari sesuatu yang ada dalam diri seorang penulis.

Berlatih hebat


Latih terus kemampuan teknik menulis Anda. Jangan pernah berhenti menulis. Sebab menulis itu seperti berenang. Semakin tinggi “jam terbang Anda”, maka keahlian Anda akan semakin baik. Pepatah mengatakan, “Ala bisa karena biasa.” Yap, Anda harus biasa dulu, baru bisa.

Anda tidak akan menjadi penulis novel best seller bila tidak berlatih seperti penulis best seller.


Membaca hebat


Banyak-banyaklah membaca novel berkualitas. Tubuh kita seperti mesin produksi, bahan mentahnya adalah bacaan, dan produk yang dihasilkan adalah tulisan. Artinya, kegiatan membaca bagi seorang penulis novel sangatlah penting. Tulisan Anda akan diwarnai oleh bacaan yang Anda lahap.

Bila Anda rajin membaca novel cinta, Anda akan tahu cara menulis novel cinta.Bila Anda sering membaca novel misteri, Anda akan mudah menciptakan novel misteri.Bila Anda sering membaca novel horor, Anda akan senang menulis novel horor.Bila Anda sering membaca novel anak, Anda akan tahu cara membuat novel anak."Dan seterusnya dan seterusnya…"

Kita dipengaruhi oleh bacaan kita. Bila kita sering membaca novel best seller, kita juga akan cepat beradaptasi dan cepat belajar dari tulisan best seller itu.

Bila Anda ingin menulis novel yang bagus dan menarik seperti “Laskar Pelangi” misalnya, maka sering-seringlah membaca novel yang kualitasnya seperti itu dijamin Anda akan ketularan! Anda akan tahu bagaimana cara menulis novel best seller dan menarik.

Tips yang saya sampaikan di atas mungkin terkesan sangat sederhana bagi Anda. Mungkin Anda berkata dalam hati, “Ah, kalau tips menulis novel seperti ini mah, saya sering dengar. Apa tidak ada tips menulis novel yang lain?”


Apakah Mungkin?

Hal ini telah terbukti. Para penulis besar telah melakukannya berulang kali. Saya tahu bagaimana rasanya meluangkan waktu satu atau jam sehari (atau semalam) untuk mengasah teknik menulis buku. Sungguh tidak mudah untuk menguasai teknik menulis, apalagi jika Anda memiliki pekerjaan tetap, keluarga, dan tanggung-jawab, namun hal itu bisa dilakukan. Kebanyakan penulis faktanya harus menjalani dua kehidupan saat mereka menulis novelnya. Namun, begitu Anda berhasil menjual buku pertama Anda, maka Anda memiliki kemampuan untuk meninggalkan pekerjaan harian Anda dan mengabdikan sisa hidup Anda untuk menulis buku secara total.

Para penulis besar telah melakukannya!

Tentu saja Anda mempunyai pekerjaan. Tentu saja Anda memiliki keluarga. Namun kedua hal itu tidak menghalangi para penulis besar di masa lalu. Penyair Wallace Stevens bekerja sebagai wakil direktur sebuah perusahaan asuransi dan seorang pakar di bidang pasar obligasi. T.S. Elliot muda awalnya adalah seorang bankir. William Carlos Williams merupakan seorang dokter anak. Robert Frost adalah seorang pemilik peternakan ayam. Hart Crane bekerja membungkus permen di gudang ayahnya, dan kemudian bekerja menulis teks iklan. Stephen Crane bekerja sebagai koresponden perang. Marianne Moore bekerja di Perpustakaan Umum New York. James Dickey bekerja di sebuah biro iklan. Archibald MacLeish adalah Direktur Kantor Fakta dan Angka selama Perang Dunia II. Jadi Anda tentu saja bisa melakukannya.

Anda mungkin tidak percaya?

Penulis novel best seller lain juga melakukan itu, termasuk Andrea Hirata. Dia sangat suka membaca novel yang baik dan menarik. Ia memiliki banyak koleksi bacaan berkualitas sehingga ia jadi ketularan.

Praktekkan saja tips menulis novel yang bagus di atas. Saya yakin, suatu saat nanti Anda akan sehebat Andrea Hirata, bahkan lebih hebat lagi!

Teknik Menulis? Mari kita Mulai!

Sinclair Lewis diundang untuk berbicara di hadapan sejumlah mahasiswa tentang seni menulis. Ia berdiri di muka kelas dan bertanya, “Berapa banyak dari Anda yang sungguh-sungguh serius ingin menjadi penulis?” Sejumlah orang mengangkat tangan. Lewis kemudian bertanya, “Jadi, mengapa Anda semua tidak pulang ke rumah dan menulis?” Setelah mengucapkan hal itu ia pun pergi keluar dari ruangan. Jadi kini saatnya bagi Anda untuk menulis dan berani terbitkan di penerbit buku!

[ak][/mag]