Tampilkan postingan dengan label teknik menulis cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik menulis cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2016

Kenali Penghalang Terbesar Anda Dalam Teknik Menulis!

Kenali Penghalang Terbesar Anda Dalam Teknik Menulis!


teknik menulis | teknik menulis cerita | teknik menulis buku | teknik membuat buku

Setiap orang pada dasarnya bisa menguasai teknik menulis, apapun profesinya. Namun, hal yang seringkali terjadi ketika akan memulai menulis buku adalah adanya seribu alasan untuk tidak menulis. Apa saja kira-kira? Berikut ini penjelasan terperincinya!



| Teknik Menulis |

Pertama, kesulitan memulai. Saat ingin menulis apapun itu, tidak terkecuali menulis buku, akan muncul beberapa kekhawatiran terkait bagaimana memulainya. Akan muncul banyak pertanyaan terkait, “Saya harus menulis dari kata-kata apa? Kalimat apa yang saya gunakan untuk memulia tulisan? Kata benda atau kata kerja? Begitu banyak pertanyaan yang muncul dari dalam diri kita. Solusi dari hal ini sebenarnya sederhana, mulai saja. Pertanyaan selanjutnya, mulai dari mana? Jawabannya adalah “mulai dari mana saja”. Mulailah dengan kata apa saja yang terpikir saat itu. Mau kata kerja, boleh. Kata benda, tidak apa-apa. Keterangan tempat atau keterangan waktu, juga tidak masalah. Tuliskan saja.

Apabila kata pertama telah terungkap, maka tinggal meneruskan dengan kata-kata selanjutnya hingga membentuk suatu kalimat. Dari satu kalimat itulah kita teruskan dengan kalimat berikutnya hingga membentuk paragraf. Begitu seterusnya satu paragraf kita teruskan lagi dengan paragraf berikutnya hingga membentuk satu pemikiran yang lebih utuh. Prinsipnya, tuliskan saja lalu alirkan. Kalau kita sudah terbiasa menulis, kita akan menemukan pola dan gaya yang paling nyaman dalam tulisan kita.

| Teknik Menulis 

Kedua, hal lain yang menjadi pertanyaan ketika mulai menulis adalah apa yang mesti dituliskan?. Apakah kita akan menuliskan apa yang kita tahu, pahami, dan menjadi profesi kita sehari-hari atau hal-hal baru di luar profesi kita?. Selain itu, kekhawatiran lain yang muncul ketika mulia menulis buku adaah terkait apakah yang kita tuliskan “berbobot” atau  tidak?. Apakah tulisan kita terlalu ringan ataukah malah terlalu berat untuk pembaca? Apakah buku yang kita tulis sesuai dengan harapan pembaca atau tidak?. Begitulah, berbagai pertanyaan itu “berseliweran”  di pikiran kita. Kalau kita mengikuti pertanyaan itu lalu ragu, jadilah kita berhenti. Terlalu banyak berpikir akhirnya membuat kita terhambat dan tidak jadi menulis.

| Teknik Menulis |


Ketiga, kehabisan ide di tengah proses menulis. Belum mulai menulis kita sudah berpikir nanti di tengah jalan akan kehabisan ide. Apabila berpikir demikian, maka akan benar-benar kehilangan ide di tengah-tengah proses menulis. Solusinya, agar kita tidak kehilangan ide adalah dengan membuat gambaran besar terlebih dahulu dari apa yang akan kita tuliskan. Setelah membuat gambaran besar tulisan yang akan kita tulis, selanjutnya kita dapat membuat outline atau daftar isi. Ketika outline atau daftar isi telah tersusun, maka harus konsisten menulis buku sesuai daftar isi tersebut. Risiko kehabisan ide bisa dikurangi karena ada gambar besarnya.


| Teknik Menulis |


Keempat, khawatir kalau tulisan kita tidak bagus atau  gaya bahasanya “berantakan”.  Kita tidak pernah tahu bagus tidaknya tulisan atau gaya bahasa kita sebelum dituangkan dalam tulisan. Tuangkan saja semua pikiran ke dalam tulisan. Bagus tidaknya tulisan dan gaya bahasa akan semakin terasah saat berlatih dan terbiasa menulis. kalau kita hanya berpikir dan tidak mulai berlatih, gaya bahasa yang bagus tentu hanya akan ada dalam impian yang tidak pernah menjadi nyata.  Kelima, tema tulisan bukan hal baru.  Tidak perlu khawatir bahwa apa yang kita tulis sudah pernah ditulis oleh orang lain, karena setiap orang mempunyai gaya tulisan yang berbeda. Misalnya kita teknik menulis buku dengan tema yang sudah banyak ditulis oleh orang lain, tidak masalah tulis saja. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, setiap orang mempunyai gaya penuturan tersendiri. Bisa jadi tulisan Anda lebih cocok untuk pembaca.

Intinya tulis saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena tidak ada satupun yang benar-benar baru di dunia ini. Pasti sudah ada yang menuliskan sebelumnya. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan tema tersebut dengan apa yang kita inginkan. Setiap buku biasanya ada masa edar dan masa keemasannya masing-masing.  Sebuah buku bisa saja terkenal beberapa tahun ini, tetapi ketenaran buku tersebut lama kelamaan akan pudar dan digantikan dengan buku yang lain. Tugas kita adalah menulis buku untuk mengganti buku-buku lama tersebut dengan buku-buku tulisan kita.

| Teknik Menulis |


Terakhir, apakah penerbit buku mau menerima naskah buku kita atau tidak. Sebelum menerima sebuah naskah, tentu penerbit buku memiliki pertimbangan tertentu. Jadi, tidak perlu dikhawatirkan di awal menulis buku apakah naskah kita akan diterima penerbit buku atau tidak. Tugas kita sebagai penulis, tulis saja apa yang akan kita tulis. Selesaikan saja tulisan kita dan  perbaiki terus menerus untuk menjadi naskah sebaik mungkin. Apabila naskah kita bagus, maka akan semakin mudah diterima oleh penerbit buku.

Buang semua kekhawatiran yang ada untuk mulai melakukan teknik menulis buku. Apabila kita selalu khawatir ini dan itu, tentu akan selalu ada kekhawatiran. Semua kekhawatiran itu hanya ada dalam pikiran. Jangan sampai kalah dengan kekhawatiran yang sebenarnya semu. Mari mulai menulis!

Rabu, 07 September 2016

Teknik Menulis Buku Pertama Supaya Lolos Ke Penerbit Buku Idaman!

Teknik Menulis Buku Pertama Supaya Lolos Ke Penerbit Buku Idaman!


Teknik Menulis | Teknik Menulis Buku | Teknik Menulis Buku Pertama | Cara Membuat Buku

Pernahkah Anda ingin mempunyai buku, tapi tidak tahu cara memulainya? Sudah membaca berbagai macam tips dan teknik menulis namun malah bingung mengaplikasikannya? Atau Anda takut untuk mengirimkannya ke penerbit buku?

Pernahkah Anda mulai menulis buku, tapi mandeg dan tidak tahu cara melanjutkannya? Atau malah tergelincir dari rencana semula? Memang tidak ada aturan baku dalam teknik menulis buku. Para penulis memiliki aturan masing-masing yang dianggap nyaman ketika menulis buku.

Banyak sekali tips-tips menulis yang dibagikan para penulis, namun cara berikut cukup efektif membantu mengasah teknik menulis buku, terutama buat yang masih pemula. Cara berikut diberikan oleh C.S. Lewis (penulis terkenal dari buku seperti Chronicles Narnia) kepada seorang fansnya. Waktu itu, ada seorang siswi Amerika menulis kepada penulis favoritnya C.S Lewis meminta saran tentang bagaimana menjadi penulis baik. Penulis tersebut mengirimnya daftar beberapa aturan dalam menulis. Tips ini memang sudah berusia 51 tahun, namun beberapa dari mereka masih bisa diterapkan dan banyak membantu untuk calon penulis.

Pahamilah setiap kata yang Anda gunakan 


Jadikanlah keinginan untuk mempelajari kosakata baru dan menggunakannya dalam tulisan Anda sebagai sebuah hobi. Tujuannya bukanlah untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang berlebihan, tetapi untuk berkomunikasi dengan lebih tangkas. Kosakata yang luas akan menambah isi dari tulisan Anda. Beberapa penulis menggunakan kata-kata yang hanya dimengerti sekilas oleh mereka, tetapi pastikanlah agar Anda betul-betul memahami setiap kata yang Anda gunakan. Sebuah kamus yang tebal dapat menjadi keuntungan bagi seorang penulis, tetapi demi efisiensi, Anda boleh saja memakai kamus elektronik di komputer Anda.

Tulislah mengenai hal-hal yang menarik bagi Anda. Jika Anda tidak memiliki ketertarikan terhadap apa pun, maka Anda tidak akan menjadi seorang penulis.


Dua kalimat di atas mengandung kebenaran. Terlalu banyak penulis yang menyelesaikan karyanya karena didorong oleh mendapat uang, atau tenggat waktu daripada karena didorong oleh keinginan menghasilkan karya yang indah. Kewajiban, keuntungan, atau sebuah tenggat waktu sering kali menurunkan ambisi yang kita miliki, tetapi tentu saja akan menjadi sangat menarik jika kita bisa menggabungkan ketiga elemen itu. Korbankanlah semua yang Anda miliki jika harus, tetapi jangan pernah mengorbankan ambisi menulis Anda. Ambisi menulis Anda merupakan sebuah elemen penting dalam penulisan Anda.

Bacalah buku-buku yang bermutu dan hindarilah berbagai macam majalah.


Jika Anda tertarik untuk mengasah teknik menulis buku, maka Anda perlu membaca buku-buku yang bermutu. Isilah pikiran Anda dengan materi-materi yang berkualitas tinggi, dan tak lama kemudian Anda akan dapat mereproduksinya dalam tulisan-tulisan Anda. Sering kali para penulis dibuat bingung dengan dua pilihan; menulis karya yang bagus atau menulis karya yang menjual? Idealnya, karya yang Anda tulis itu memiliki kualitas sastra yang baik dan akan menjadi karya yang populer, dan jalan menuju kepada hal itu adalah dengan membaca buku-buku yang bermutu. Gaya tulisan adalah sesuatu yang penting dan paling baik diserap dari membaca buku-buku yang telah melewati ujian waktu. Saat ini banyak sekali penerbit yang mengeluarkan buku-buku bermutu dengan harga yang terjangkau.


Matikan radio, TV, ataupun mulitimedia sejenisnya.


Belakangan ini, para penulis mungkin juga perlu mematikan televisi, iPod, atau streaming musik dari internet, bila perlu matikan handphone Anda atau ganti dalam mode senyap. Beberapa penulis yang menyatakan bahwa suara-suara tertentu dapat mendorong kreativitas mereka, tetapi ada juga yang tidak memercayainya, dan tampaknya penulis terkenal seperti C.S. Lewis pun tidak memercayainya. Menulis buku adalah aktivitas sunyi, aktivitas ini membutuhkan ruangan dalam pikiran kita untuk membentuk kata-kata, sehingga aktivitas apa pun yang bersaing untuk mendapatkan ruangan dalam pikiran kita akan mengurangi kualitas tulisan. Penulis yang baik adalah penulis yang mampu untuk menjalani kesendirian dan tidak membutuhkan pengisi apa pun.

Sampaikan dengan jelas.


Ingatlah bahwa pembaca Anda tidak dapat membaca pikiran Anda. Jangan lupa menyampaikan apa yang perlu mereka ketahui dengan persis, agar mereka dapat mengerti apa yang Anda maksudkan. Deskripsikan sebuah kondisi dengan gaya penulisan Anda sehingga teercipta sebuah keelokan. Keelokan dan kualitas tulisan akan dapat dicapai melalui kejelasan tentang apa yang ingin disampaikan, karena itulah kejelasan menjadi tujuan utama.

Kulihat sebuah kursi roda. Duduk di kursi roda itu, seorang tua yang wajahnya tak bisa kulihat dengan jelas karena memakai topi laken seperti aku. Rambutnya gondrong dan sudah memutih seperti diriku, namun ketuaannya bisa kulihat dari tangannya yang begitu kurus dan kulitnya yang sangat keriput. (Cerpen Ritchie Blackmore karya Seno Gumira Ajidarma dalam buku Kematian Donny Osmond). Kalimat tersebut terlihat lebih indah daripada Aku lihat seorang tua duduk di kursi roda.

Simpanlah tulisan-tulisan Anda yang tidak terpakai karena Anda pasti akan membutuhkannya suatu saat nanti.


Segala sesuatu terbentuk dari berbagai materi yang lain. Seorang penulis perlu memiliki sebuah jurnal menulis karena sebagai manusia kita dapat dengan mudah melupakan sesuatu, baik berupa rencana, ide cerita, kata-kata, kalimat percakapan, peristiwa, serta berbagai pengalaman. Kebanyakan penulis pernah menulis paragraf yang tak tuntas, karya yang tak selesai, maupun hasil karya yang ditolak, namun Lewis mengingatkan kita untuk menyimpan semua itu dan menggunakannya sebagai sumber karya tulis yang lain.

Anda membutuhkan kemampuan untuk mengenali rima dari kata-kata yang Anda tulis, tapi suara berisik dari mesin ketik dapat mengganggu Anda.


Sekali lagi Lewis menekankan pentingnya irama dari kata-kata yang kita susun, tetapi dari seluruh nasihat yang diberikannya, mungkin ini adalah saran yang paling kuno. Keyboard komputer yang kita miliki sekarang ini mungkin tidak seberisik mesin ketik. Saya telah menggunakan banyak metode yang berbeda untuk menuangkan pikiran saya ke atas kertas, tetapi ketika saya ingin mencurahkan yang terbaik untuk tulisan saya, saya akan menulis pemikiran saya di atas kertas tulis dengan gaya tulisan saya sendiri. Saya rasa C.S. Lewis akan tersenyum melihat orang-orang yang dapat menghubungkan pikiran dengan tangannya, dengan cara yang sangat elemental. Itulah yang dilakukan C.S. Lewis, sehingga ia dapat menghasilkan buku-buku yang berkualitas baik.

Menulislah dengan telinga, bukan dengan mata. Buatlah setiap kalimat terdengar baik


Ini adalah aturan Lewis yang terpenting. Di dalam tulisan yang baik terdapat irama-irama tertentu, dan sebaiknya Anda menemukan irama Anda sendiri. Hal ini menjadi sebuah alasan baik yang lain untuk mematikan radio, televisi, atau musik selagi Anda menulis. Para penulis yang berpengalaman mengetahui bahwa setiap kalimat tidak selalu terdengar baik, sehingga Anda perlu menuangkan pikiran-pikiran Anda terlebih dahulu ke atas kertas coretan sebelum kembali ke draf yang sedang Anda kerjakan, lalu "menyetel" bunyi kalimat-kalimatnya sesuai dengan gaya Anda.

Teknik menulis buku adalah suatu keterampilan. Mau menulis tentang buku ilmu pasti semacam matematika, komputer, sampai buku fiksi sekalipun, butuh teknik. Anda akan memulainya sebagai seorang amatir, berjuang sebagai seorang pembelajar sampai akhirnya berkembang menjadi seorang ahli seperti C.S. Lewis. Karena menulis adalah keterampilan dan bukan bakat, setiap orang seharusnya dapat memiliki keterampilan ini dan menjadi ahli seiring berjalannya waktu. Tetapi harus diingat bahwa waktu yang Anda miliki harus diinvestasikan untuk benar-benar menulis, bukan sekadar berpikir atau berkeinginan untuk menulis saja selain membaca karya-karya dari orang-orang yang telah menjadi ahli dalam keterampilan ini.

Demikian artikel ini ditulis. Jika Anda ingin menambah ilmu pengetahuan Anda lagi tentang teknik menulispenerbit buku, atau cara menerbitkan di penerbit buku, Anda bisa ke artikel sebelumnya. Semoga naskah Anda diterima di penerbit buku idaman Anda. Salam integritas!


Rahasia TEKNIK MENULIS Novel BEST SELLER!

Rahasia TEKNIK MENULIS Novel BEST SELLER!


teknik menulis | teknik menulis buku | teknik menulis cerita


Apa rahasia sebuah novel sehingga bisa menjadi best seller? Apakah kualitas sastra tulisannya? Apakah karena penerbit buku yang menerbitkannya? Rasanya tidak. Tidak ada yang tahu pasti, tapi tetap ada teknik menulis di dalamnya. 



Mengasah Teknik Menulis? Sayang sekali, fakta menunjukkan novel bagus belum tentu laris dan novel laris juga belum tentu punya kualitas tulisan yang bagus. Saya setuju jika dikatakan menerbitkan novel adalah sebuah perjudian. Makanya banyak yang menyarankan tulislah cerita yang kau sukai. Entah itu novelmu menjadi best seller atau tidak, kepuasan sudah kau miliki.

Berapa kali setelah selesai membaca sebuah novel Anda berkata, “Saya bisa menulis buku seperti ini.” Tahukah Anda bahwa Anda benar. Kita semua, saya yakin, memiliki sedikitnya satu novel di dalam pikiran atau hati kita. Penulis novel Toni Morrison mengatakannya seperti ini: “Jika ada satu buku yang benar-benar ingin Anda baca dan belum pernah ada yang menulis buku itu sebelumnya, maka Anda harus menulisnya.”

Teknik menulis buku bukan hal yang mudah. Namun, setiap hari selalu ada buku yang diterbitkan.

Pada tahun 1996, menurut Books in Print, ada 1,3 juta judul buku diterbitkan. Jumlah buku yang diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 1996 saja berjumlah 140.000. Dan tiap tahun, jumlah buku yang diterbitkan makin banyak. Jadi, mengapa Anda tidak mulai teknik menulis buku Anda?

Mulailah dengan perasaan murni

Apa yang membuat seseorang menjadi penulis? Mungkin hal itu didorong oleh sebuah peristiwa—peristiwa yang terjadi di tahap awal kehidupan dan membentuk ketertarikan dan kesadaran-diri sang penulis.

Ambil contoh kasus Jose Saramago, penulis berbahasa Portugis pertama yang menerima Hadiah Nobel Sastra. Putera seorang petani dan seorang ibu yang buta huruf ini dibesarkan di sebuah rumah yang tidak memiliki buku, dan dibutuhkan waktu hampir 40 tahun baginya untuk beralih dari buruh pabrik logam ke pegawai pemerintahan ke editor penerbit buku hingga ke editor surat kabar. Usianya telah menginjak 60 tahun saat ia mulai menerima pengakuan di dalam dan luar negeri dengan dua karyanya, Baltasar dan Blimunda.

Saat masih kanak-kanak, ia menghabiskan liburan di rumah kakeknya di desa yang bernama Azinhaga. Saat kakeknya menderita stroke dan dibawa ke Lisbon untuk dirawat, Saramago masih bisa mengingat peristiwa yang terjadi kala itu, “Ia pergi ke halaman rumahnya, di mana tumbuh segelintir pohon, pohon fig, pohon zaitun. Lalu ia mendatangi mereka satu persatu, memeluk pohon tersebut dan menangis, mengucapkan selamat tinggal kepada mereka karena ia tahu tidak akan pernah kembali. Jika Anda menyaksikan hal itu, hidup dengan hal itu, dan hal itu ternyata tidak meninggalkan kesan apa-apa dalam hidup Anda selanjutnya,” ucap Saramago, “maka Anda tidak mempunyai rasa.”


Mulailah dengan perasaan murni. Ubahlah hal itu menjadi prosa.


Apa yang Diperlukan?


Saya yakin jika Anda bisa menulis sebuah kalimat yang sederhana (terlebih, inilah yang ditulis oleh Ernest Hemingway), mengamati dunia di sekitar Anda, dan ingin menulis buku yang bisa dijual—sungguh-sungguh menginginkannya, bukan hanya sekedar menginginkan saja—maka Anda pasti bisa melakukannya. Saya tidak percaya orang bisa menjadi penulis dengan mengikuti workshop teknikmenulis, membaca buku, atau bahkan membaca artikel ini. Tulisan muncul dari sesuatu yang ada dalam diri seorang penulis.

Berlatih hebat


Latih terus kemampuan teknik menulis Anda. Jangan pernah berhenti menulis. Sebab menulis itu seperti berenang. Semakin tinggi “jam terbang Anda”, maka keahlian Anda akan semakin baik. Pepatah mengatakan, “Ala bisa karena biasa.” Yap, Anda harus biasa dulu, baru bisa.

Anda tidak akan menjadi penulis novel best seller bila tidak berlatih seperti penulis best seller.


Membaca hebat


Banyak-banyaklah membaca novel berkualitas. Tubuh kita seperti mesin produksi, bahan mentahnya adalah bacaan, dan produk yang dihasilkan adalah tulisan. Artinya, kegiatan membaca bagi seorang penulis novel sangatlah penting. Tulisan Anda akan diwarnai oleh bacaan yang Anda lahap.

Bila Anda rajin membaca novel cinta, Anda akan tahu cara menulis novel cinta.Bila Anda sering membaca novel misteri, Anda akan mudah menciptakan novel misteri.Bila Anda sering membaca novel horor, Anda akan senang menulis novel horor.Bila Anda sering membaca novel anak, Anda akan tahu cara membuat novel anak."Dan seterusnya dan seterusnya…"

Kita dipengaruhi oleh bacaan kita. Bila kita sering membaca novel best seller, kita juga akan cepat beradaptasi dan cepat belajar dari tulisan best seller itu.

Bila Anda ingin menulis novel yang bagus dan menarik seperti “Laskar Pelangi” misalnya, maka sering-seringlah membaca novel yang kualitasnya seperti itu dijamin Anda akan ketularan! Anda akan tahu bagaimana cara menulis novel best seller dan menarik.

Tips yang saya sampaikan di atas mungkin terkesan sangat sederhana bagi Anda. Mungkin Anda berkata dalam hati, “Ah, kalau tips menulis novel seperti ini mah, saya sering dengar. Apa tidak ada tips menulis novel yang lain?”


Apakah Mungkin?

Hal ini telah terbukti. Para penulis besar telah melakukannya berulang kali. Saya tahu bagaimana rasanya meluangkan waktu satu atau jam sehari (atau semalam) untuk mengasah teknik menulis buku. Sungguh tidak mudah untuk menguasai teknik menulis, apalagi jika Anda memiliki pekerjaan tetap, keluarga, dan tanggung-jawab, namun hal itu bisa dilakukan. Kebanyakan penulis faktanya harus menjalani dua kehidupan saat mereka menulis novelnya. Namun, begitu Anda berhasil menjual buku pertama Anda, maka Anda memiliki kemampuan untuk meninggalkan pekerjaan harian Anda dan mengabdikan sisa hidup Anda untuk menulis buku secara total.

Para penulis besar telah melakukannya!

Tentu saja Anda mempunyai pekerjaan. Tentu saja Anda memiliki keluarga. Namun kedua hal itu tidak menghalangi para penulis besar di masa lalu. Penyair Wallace Stevens bekerja sebagai wakil direktur sebuah perusahaan asuransi dan seorang pakar di bidang pasar obligasi. T.S. Elliot muda awalnya adalah seorang bankir. William Carlos Williams merupakan seorang dokter anak. Robert Frost adalah seorang pemilik peternakan ayam. Hart Crane bekerja membungkus permen di gudang ayahnya, dan kemudian bekerja menulis teks iklan. Stephen Crane bekerja sebagai koresponden perang. Marianne Moore bekerja di Perpustakaan Umum New York. James Dickey bekerja di sebuah biro iklan. Archibald MacLeish adalah Direktur Kantor Fakta dan Angka selama Perang Dunia II. Jadi Anda tentu saja bisa melakukannya.

Anda mungkin tidak percaya?

Penulis novel best seller lain juga melakukan itu, termasuk Andrea Hirata. Dia sangat suka membaca novel yang baik dan menarik. Ia memiliki banyak koleksi bacaan berkualitas sehingga ia jadi ketularan.

Praktekkan saja tips menulis novel yang bagus di atas. Saya yakin, suatu saat nanti Anda akan sehebat Andrea Hirata, bahkan lebih hebat lagi!

Teknik Menulis? Mari kita Mulai!

Sinclair Lewis diundang untuk berbicara di hadapan sejumlah mahasiswa tentang seni menulis. Ia berdiri di muka kelas dan bertanya, “Berapa banyak dari Anda yang sungguh-sungguh serius ingin menjadi penulis?” Sejumlah orang mengangkat tangan. Lewis kemudian bertanya, “Jadi, mengapa Anda semua tidak pulang ke rumah dan menulis?” Setelah mengucapkan hal itu ia pun pergi keluar dari ruangan. Jadi kini saatnya bagi Anda untuk menulis dan berani terbitkan di penerbit buku!

[ak][/mag]





4 Hal yang WAJIB Disunting Dalam Teknik Menulis Agar Lolos ke Penerbit Buku

4 Hal yang WAJIB Disunting Dalam Teknik Menulis Agar Lolos ke Penerbit Buku


teknik menulis | teknik menulis buku | teknikl menulis cerita | penerbit buku




Teknik menulis buku tidak hanya selesai ketika kita sudah berhenti melakukan proses penulisan, tetapi ada proses yang lebih rumit lagi yaitu penyuntingan. Semua itu agar naskah kita nantinya dapat diterima oleh penerbit buku yang kita inginkan


1. Gaya Bahasa | Teknik Menulis

Bagian lain yang juga penting untuk kita perhatikan adalah bagian gaya bahasa. Gaya bahasa ini lebih menekankan pada keteraturan kita dalam teknikmenulis buku. Artinya apakah tulisan kita sudah bertutur dan mengalir. Apabila tulisan kita memiliki gaya bahasa yang baik, maka biasanya pembaca akan dengan mudah menikmati tulisan yang sudah kita buat tersebut.

Proses penyuntingan pada bagian ini sebenarnya lebih baik dilakukan oleh kita sendiri sebagai seorang penulis. Hal tersebut menjadi penting karena gaya bahasa seseorang mencerminkan karakternya sendiri. Ketika gaya bahasa yang sudah kita buat diubah oleh editor atau orang lain, maka ciri khas atau karakter kita sebagai seorang penulis tidak akan terlihat.

Perlu kita akui bahwa setiap penulis biasanya memiliki gaya bahasanya sendiri. Apabila kita tetap menyerahkan proses penyuntingan bagian gaya bahasa tersebut tetap diserahkan kepada orang lain, maka kita perlu memastikan bahwa mereka tidak banyak mengubah karakteristik tulisan kita.


2. Rasa Bahasan | Teknik Menulis

Bagian terakhir yang tidak kalah pentingnya dalam proses penyuntingan tulisan adalah rasa bahasa. Rasa bahasa yang dimaksud adalah pemilihan kata yang sesuai dengan tema atau segmen pembaca yang kita pilih. Sebagai contohnya, kata indah, elok, keren, dan bagus pada dasarnya memiliki makna yang sama.

Meskipun demikian, kata-kata tersebut tidak bisa kita gunakan ke dalam semua jenis tulisan. Artinya penggunaan kata-kata tersebut harus disesuaikan dengan konteks tulisan yang kita buat supaya rasa bahasanya tepat. Sedikit terasa rancu dan aneh ketika kita menggunakan bahasa keren dalam buku yang sebenarnya bersifat ilmiah dan cenderung kaku. Kata tersebut sebenarnya lebih cocok digunakan untuk jenis tulisan yang cenderung santai dan tidak terlalu terikat pada aturan. Oleh karena itu, kita juga harus memiliki pengetahuan terkait dengan pemilihan kata-kata tersebut dalam teknik menulis.


3. Logika Bahasa | Teknik Menulis

Bagian lain yang tidak kalah penting ketika melakukan proses penyuntingan adalah logika bahasa. Logika bahasa memiliki artian bahwa apakah tulisan yang kita tulis tersebut mudah dipahami oleh para pembaca, khususnya kaitannya dengan logika atau pola pikir yang kita gunakan. Banyak kalimat yang susunannya terbalik, sehingga banyak bagian dari tulisan tersebut yang logikanya juga terbalik. Bagian ini juga sedikit rumit karena kita sebagai penulis harus memastikan apakah tulisan yang kita susun sudah runtun pola pikirnya. 

Artinya ketika pembaca tersebut membaca tulisan kita, topik yang kita bahas di dalam tulisan tidak berputar-putar. Dengan kata lain, kita tetap fokus pada topik yang sedang kita bahas. Dalam pembahasannya, kita juga harus membuat jalan pikiran yang mudah dimengerti oleh para pembaca, terlebih ketika segmen pembaca tersebut tidak sesuai dengan bidang keilmuan yang kita tekuni.

Beberapa contoh bagian dari logika bahasa yang bisa kita perhatikan yaitu terkait dengan pembuatan atau pemilihan jenis paragraf. Dalam teknik menulis buku, tentu kita akan menuliskan gagasan atau ide kita dalam bentuk paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat. Sebelumnya tentu kita harus mengetahui bahwa dalam menulis, ada beberapa jenis paragraf yaitu deskriptif, naratif, induktif, dan deduktif. 

Ketika kita sudah memahami masing-masing jenis tersebut, langkah selanjutnya adalah dengan mengaplikasikannya dalam tulisan kita. Oleh karena itu, ketika melakukan proses penyuntingan, hal yang kita perhatikan adalah keruntutan paragraf yang kita buat tersebut. Kita juga harus memastikan jenis paragraf yang kita gunakan. Jangan sampai kita tidak mengetahui hal tersebut.

4. Ejaan Yang Disempurnakan | Teknik Menulis


Ejaan Yang Disempurnakan menjadi salah satu bagian yang paling vital ketika kita mengasah teknik menulis buku. Bahkan banyak kesalahan yang dilakukan oleh penulis berada di bagian ini. Banyaknya kesalahan yang dilakukan tersebut pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari sifat ejaan itu sendiri yang lebih mengandalkan aspek teknis daripada substansi

 Beberapa hal yang menjadi bagian dari ejaan yaitu penggunaan huruf besar atau kecil, kata depan, spasi, ejaan nama orang atau nama tempat, dan lain sebagainya. Meskipun terlihat sepele, kesalahan yang kita buat dalam hal ejaan tentu juga akan berdampak pada kenyamanan pembaca ketika ingin menikmati tulisan kita tersebut. Semakin banyak pembaca menemukan kesalahan yang kita buat pada bagian ini, tentu pembaca akan mempertanyakan kemampuan kita dalam teknik menulis. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari ekspetasi pembaca dimana seorang penulis adalah mereka yang mengerti dan paham tentang dunia kepenulisan.

Selanjutnya, apabila proses penyuntingan dilakukan oleh penulis sendiri, maka konsekuensinya akan lebih besar. Artinya penulis juga harus menguasai teknis-teknis kepenulisan, mulai dari hal yang sederhana hingga hal yang lebih rumit. Bahkan untuk melakukan proses penyuntingan pada bagian ejaan ini, seorang penulis membutuhkan waktu yang relatif lama.

Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari tingkat kesulitan yang ada ketika kita ingin memperbaiki bagian ejaan. Selain itu, bagian ejaan tersebut cenderung lebih rumit karena kita harus membacanya secara pelan-pelan supaya tidak ada bagian yang kita lewati, sekalipun itu berkaitan dengan tanda baca. Oleh karena itu, apabila kita merasa tidak terlalu paham dengan ejaan, maka kita bisa meminta bantuan orang lain untuk melakukan proses penyuntingan tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat! Pelajari lebih banyak lagi disini!

[bw][/mag]

Baca juga:

Awas! Jangan Mengoreksi Tulisan Sebelum Selesai! | Teknik Menulis

Awas! Jangan Mengoreksi Tulisan Sebelum Selesai! | Teknik Menulis

Awas! Jangan Mengoreksi Tulisan Sebelum Selesai! | Teknik Menulis

teknik menulis | teknik menulis buku | teknik menulis cerita | penerbit buku

Dalam teknik menulis sebuah cerita, kita seharusnya tidak melakukan proses koreksi sebelum tulisan kita selesai semua karena akan menyebabkan beberapa hal yang fatal. 

Kalau tulisan sudah bagus, bagusnya lagi kalau diterbitkan di penerbit buku!

Kesempurnaan teknik menulis adalah tercapainya tulisan menjadi satu keutuhan. Entah tulisan itu berisi hanya beberapa kalimat, yang penting tulisan itu menjadi satu keutuhan. Maksudnya bagaimana? Begini contohnya;

Anda membuat cerpen berisi 4 paragraf bisa dibilang UTUH
Namun, jika Anda membuat novel berisi 4 paragraf, itu tidak dihitung utuh.

Kenapa?
Apakah Anda pernah menemui novel berisi 4 paragraf saja? :D

Lalu apa saja kira2? permasalahan yang muncul jika tulisan kita belum selesai tapi sudah ingin diedit? berikut penjelasannya.


teknik menulis | penerbit buku | cara menulis buku | cara menerbitkan buku



1. Memunculkan Perdebatan dari Dalam Diri Sendiri | Teknik Menulis

Ketika melakukan proses pengeditan, kita perlu menyadari bahwa otak kiri kita sedang bekerja sehingga mendorong diri kita sendiri untuk mengeluarkan berbagai pendapat terkait dengan tulisan yang sedang kita baca. Akhirnya kita memunculkan perdebatan sendiri terkait dengan tulisan yang kita buat, kurang bagus, kurang pas, dan banyak kekurangan lain yang akan kita temukan.

Kondisi tersebut secara tidak langsung akan memancing perhatian kita untuk membenahi tulisan yang kita pikir belum sesuai tersebut. Apabila hal tersebut membutuhkan waktu yang relatif lama, maka kita seolah-olah akan MEMBUANG BANYAK WAKTU karena masih ada bagian lain yang belum kita selesaikan.

Artinya waktu kita akan tersita untuk memikirkan tulisan yang baik dan sesuai dengan keinginan kita sendiri sebelum tulisan tersebut selesai secara sempurna. Adapun kekurangan yang dimaksud tersebut bisa bersifat substantif ataupun teknis. Akan menjadi sesuatu yang sulit untuk diselesaikan apabila kesalahan yang kita temukan adalah kesalahan substantif karena kita akan memikirkan kembali gagasan yang ingin kita sampaikan.


teknik menulis | penerbit buku | cara menulis buku | cara menerbitkan buku | teknik menulis buku


2. Kita Bisa Kehilangan Ide Pokok | TeknikMenulis

Ketika belum selesai menulis buku, tetapi kita memaksakan diri untuk melakukan proses editing, maka ada satu konsekuensi yang harus kita tanggung. Konsekuensi tersebut adalah hilangnya ide atau gagasan pokok yang ingin kita sampaikan melalui tulisan kita sendiri.

Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari proses koreksi itu sendiri yang terkadang harus menghapus beberapa hal yang justru sebenarnya penting bagi kita. Pada saat penyuntingan, tentu kita membutuhkan kefokusan dan ketelitian tingkat tinggi, baik dari segi substantif ataupun teknis.

Ketika kita tidak dalam kondisi yang baik, termasuk belum terselesaikannya tulisan kita secara penuh, maka akan berdampak nyata pada kualitas tulisan yang sudah kita buat sendiri. Bisa jadi secara tidak sadar karena adanya pengaruh dari faktor internal ataupun eksternal, bagian yang seharusnya menjadi penting bagi tulisan kita justru bisa terhapus oleh diri kita sendiri. Kondisi tersebut tentu akan merugikan diri kita sendiri sebagai seorang penulis. 

teknik menulis | penerbit buku | teknik menulis buku | cara menulis buku

3. Penulisan Akan Berhenti | Teknik Menulis

Ketika kita sedang menulis buku, maka melakukan koreksi terhadap tulisan kita secara keseluruhan menjadi sesuatu yang sangat disarankan. Apabila hal tersebut kita lakukan, maka secara otomatis proses penulisan yang kita lakukan akan berhenti. Sebagai contohnya ketika kita sudah menyelesaikan sebanyak 3 bab, kita terpancing untuk melakukan koreksi terhadap tiga bab yang sudah kita buat tersebut.

Padahal masih ada 2 bab lagi yang seharusnya kita selesaikan sebelum melakukan proses penyuntingan. Ketika kita melakukan proses koreksi tersebut, maka kita seolah-olah telah berada pada titik akhir dari proses penulisan buku. Artinya kita akan merasa berat untuk kembali melakukan proses penulisan setelah melakukan koreksi.

Hal tersebut menjadi wajar karena menulis buku memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak perlu melakukan koreksi sebelum tulisan kita benar-benar selesai dikerjakan


teknik menulis | teknik menulis buku | penerbit buku | cara menerbitkan buku | cara menulis buku

4. Tulisan Kita Tidak Kunjung Jadi | TeknikMenulis

Salah satu resiko besar yang mungkin kita dapatkan ketika memaksakan diri untuk melakukan proses koreksi sebelum tulisan kita selesai secara tuntas adalah tulisan kita yang tidak kunjung jadi. Artinya tulisan kita terlambat untuk diterbitkan. Mungkin waktu yang kita butuhkan untuk menulis buku bisa selesai dalam waktu 9 bulan, justru bisa molor hingga 1 tahun lebih.

Hal tersebut bisa terjadi karena kita terlalu sibuk terhadap hal-hal kecil yang ingin kita perbaiki di beberapa bagian dari buku kita. Selain itu, fokus kita untuk kembali menulis bagian yang belum terselesaikan seperti hilang karena berpindahnya fokus kita tersebut. Bahkan apabila kita terlalu sering fokus pada kelemahan dari tulisan yang kita buat, maka ditakutkan mental kita pribadi akan cenderung menurun atau down.

Apabila hal tersebut terjadi, maka komitmen kita untuk kembali menulis bisa saja terhenti dan hanya menjadi wacana belaka. Oleh karena itu, kita harus menyelesaikan seluruh bagian tulisan kita sebelum melakukan koreksi

Semoga artikel dapat membuat Anda lebih peka dalam teknik menulis syukur-syukur bisa diterbitkan oleh penerbit buku major ataupun penerbit buku minor. Keduanya tetaplah menguntungkan :)

Ini 8 Manfaat Menulis Selain Melatih Teknik Menulis Anda!

Ini 8 Manfaat Menulis Selain Melatih Teknik Menulis Anda!

teknik menulis



Kebiasaan menulis tidak hanya dapat meningkatkan teknik menulis itu sendiri, tapi juga memberi beragam manfaat untuk Anda! Berikut 8 Manfaat menulis!




1. Kepercayaan diri Meningkat! | Teknik Menulis



Semakin sering kita menulis, semakin kuat pula kepercayaan diri kita dalam menghadapi permasalahan dan memberi gagasan. Self confident yang ada pada diri kita juga menentukan jati diri kita.

Maslow (dalam Alwisol, 2004:24) mengatakan bahwa kepercayaan diri itu diawali oleh konsep diri. Maka dari itu, untuk memberi konsep terhadap diri sendiri membutuhkan media yang dapat memperjelas konsep tersebut. Selain dengan metode penggambaran visual dan pendalaman diri melalui introspeksi, metode konsep diri secara tertulis juga dibutuhkan. 

Dengan melakukan penulisan terhadap apa yang terjadi pada diri sendiri, maka struktur konsepsi dalam diri kita akan lebih tertata. Penyebab konsepsi diri menjadi lebih tertata adalah dalam penyampaian pesan yang ditransfer kepada sebuah kalimat pasti membutuhkan aturan tata bahasa yang berlaku. Oleh karena itu, jika konsepsi dalam diri Anda semakin tertata, maka kepercayaan diri akan secara otomatis akan meningkat.

2. Hidup Lebih Sehat | Teknik Menulis


Percaya atau tidak, menulis dapat menjaga bahkan meningkatkan kondisi kesehatan kita. Dengan menulis, kita dapat melatih koordinasi tangan dan otak agar tetap terjaga. Manfaat ini memiliki khasiat jangka panjang yang tidak akan Anda sangka sebelumnya.

Menurut The Wall Street Journal, kesehatan yang dapat dari menulis, terutama menulis secara manual, akan mensolidkan koordinasi antar tangan dengan otak dan memperpanjang umur otak supaya tidak mudah pikun. Dapat kita saksikan pula, bagaimana para cendekiawan bergelar professor yang sudah menginjak usia 55-60 tahun ke atas masih dapat mengingat dengan baik. Hal itu disebabkan karena mereka selalu menulis apa yang mereka pikirkan. Bahkan ada yang membukukan apa yang mereka tulis untuk dibagikan kepada kolega dan para junior di bawahnya, baik melalui penerbit buku ataupun independen.

Selain itu, menulis dapat memberi manfaat kesehatan lainnya seperti mempertajam intelektualitas dan berpikir kritis. Jika kita sering menulis apa yang kita pikirkan, maka secara tidak langsung kita melakukan latihan secara kognitif untuk perkembangan dan peningkatan kemampuan otak. Seperti otot yang semakin sering dilatih akan semakin kuat, otak juga memilki persyaratan yang sama jika ingin meningkatkan kemampuannya. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin meningkatkan kemampuan otak Anda agar semakin cerdas, pertimbangkanlah manfaat ini.

3. Trauma Healing | Teknik Menulis

Berkaitan pula dengan kesehatan, menulis juga dapat memulihkan trauma. Tidak ada dari kita yang selamanya bahagia di dunia ini. Pasti pernah ada saatnya kita mengalami kesedihan yang tak terbendung.

Seperti pengalaman ditinggalkan orang yang kita sayangi, dicampakkan pujaan hati, kegagalan bisnis yang menggunakan modal besar Anda, dan berbagai kesedihan lainnya yang dapat menyebabkan luka dalam hati Anda. Dengan menulis, Anda dapat meluapkan segala rasa kesedihan yang sudah memenuhi hati dan pikiran Anda. Tulislah kesedihan itu, lalu Anda buang ataupun bakar kertas. Dengan cara seperti itu, Anda telah melakukan pemulihan trauma untuk Anda sendiri.

Memang dalam kasus ini hal yang kita tulis tidak wajib untuk disimpan terus-terusan. Akan tetapi akan sangat bagus jika Anda dapat membagi pengalaman yang menyisik jiwa kepada khalayak menjadi sebuah kisah yang telah dibukukan dan diterbitkan. Mengapa? Alasannya adalah selain Anda dapat melakukan trauma healing, Anda dapat menyisipkan pesan kepada orang-orang yang bersedih untuk dapat move on. Anda tidak perlu mencantumkan nama asli kedalam buku yang Anda tulis, cukup samakan alur dan inti cerita sesuai pengalaman Anda dengan sudut pandang yang Anda inginkan.


4. Menjadi Seorang Guru Yang Tak Langsung | Teknik Menulis


Jika Anda ingin mempunyai visi untuk mengembangkan generasi muda Indonesia selayaknya seorang guru, tapi Anda disibukkan oleh pekerjaan selain itu, maka mulailah menulis! Guru adalah orang yang mempunyai kekuatan tidak hanya menambah ilmu pengetahuan tapi juga semangat hidup. Awalilah tulisan Anda dengan visi Anda secara tersirat, lalu isilah dengan konten-konten yang dapat menambahkan ilmu pengetahuan. Kuasailah bidang tersebut dahulu agar Anda memiliki cukup kemampuan untuk dapat menjadi guru.  Pertimbangkanlah manfaat ini jika Anda mempunyai visi besar untuk kemajuan bangsa ini melalui generasi mudanya, karena ilmu yang telah Anda bagikan adalah bentuk tindakan mulia dari seorang guru


5. Lebih Terbuka Untuk Berbagi | Teknik Menulis



Meski Albert Einstein membuktikan bahwa dia hanya menggunakan 9% dari seluruh kemampuan otak manusia untuk menjadi jenius, otak manusia tetaplah mempunyai batas. Batas itu dapat berupa kekuatan fisik manusia yang terbatas ataupun tidak mau menuntut  ilmu lebih karena dapat membenani pikiran. Oleh karena hal ini, seseorang yang berilmu cenderung akan berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dia punya kepada orang lain, asal orang lain itu juga membagikan hal yang sama. Dengan metode ini, para ahli percaya akan keefektifan  dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan kata lain daripada satu orang memikirkan hal A dan hal B sekaligus, lebih baik ada satu orang yang memikirkan hal A dan orang yang lain memikirkan hal B.

Dengan menulis apa pengalaman Anda dan mempublikasikannya, Anda secara tidak langsung telah berbagi kepada orang lain. Meskipun Anda adalah orang yang susah bergaul dengan orang lain, Anda dapat mengatasinya dengan menulis. Siapa tahu nanti Anda akan lebih dikenal oleh orang yang susah bergaul dengan Anda dan Anda menjadi lebih terbuka dan mudah bersosial.


6. Profit Making | Teknik Menulis


Inilah manfaat yang paling terlihat secara umum jika telah menulis buku. Buku-buku yang telah Anda terbitkan melalui penerbit buku dan laku dipasaran, tentunya akan menghasilkan keuntungan finansial bagi Anda pribadi. Memang manfaat utama dari menulis buku bukanlah mencari keuntungan finansial saja, namun keuntungan finasial tersebut juga cukup penting mengingat penyebaran buku juga bergantung pada menguntungkan tidaknya. Penerbit buku yang memiliki kredibilitas dan integritas tinggi juga menuntut kualitas naskah Anda.

Profit making yang bisa didapatkan dalam menulis buku cukup menjanjikan. Ketika buku dapat memberi inspirasi dan manfaat, dan penulis memiliki citra diri cukup tinggi, pasti akan diikuti dengan keuntungan finansial yang signifikan. Perlu diingat bahwa keuntungan finansial disini adalah bonus dari usaha kita untuk menulis, bukan tujuan utama kita menulis. Mengapa hal ini perlu ditekankan? Karena penulis sejati akan mengutamakan kualitas tulisannya demi tersampainya ide-ide dan gagasan yang dimiliki sang penulis. Ketika tulisannya laris, sekali lagi, itu adalah bonus dari usaha keras sang penulis. Sedikit menambahkan, ketika sudah mendapatkan keuntungan finansial alangkah baiknya jika diikuti dengan sumbangsih sosial agar tidak hanya jadi pemuas kebutuhan saja.

7. Menjadi Agent of Change | Teknik Menulis


Istilah ini adalah istilah yang paling mainstream ketika berbicara tentang visi pembangunan negeri ini. Agent of Change adalah seorang yang memiliki rasa tanggung jawab untuk mengubah bangsanya ke arah yang lebih maju. Maju dalam hal ini bisa berbagai macam seperti maju dalam bidang teknologi, perekonomian, infrastruktur, hingga pendidikan dasar. Setiap misi untuk memajukan negeri memiliki berbagai macam cara, salah satunya dengan menulis. Dengan menulis, Anda dapat menuangkan banyak ide hebat dalam pikiran. Jika Anda menulis dengan tatanan pikiran yang baik serta bersifat mempengaruhi, bukan tidak mungkin Anda dapat mengkontrol opini publik sesuai gagasan Anda. Namun, tetap sertailah gagasan Anda dengan tanggung jawab besar agar tidak menjerumuskan bangsa Anda sendiri ke dalam lembah nista. Seperti kasus peluncuran buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” yang menjerumuskan generasi muda, adalah bentuk irresponsibility dari penulis terhadap kemajuan bangsa.


8. Menjadi Seorang Guru Yang Tak Langsung | Teknik Menulis


Jika Anda ingin mempunyai visi untuk mengembangkan generasi muda Indonesia selayaknya seorang guru, tapi Anda disibukkan oleh pekerjaan selain itu, maka mulailah menulis! Guru adalah orang yang mempunyai kekuatan tidak hanya menambah ilmu pengetahuan tapi juga semangat hidup. Awalilah tulisan Anda dengan visi Anda secara tersirat, lalu isilah dengan konten-konten yang dapat menambahkan ilmu pengetahuan. Kuasailah bidang tersebut dahulu agar Anda memiliki cukup kemampuan untuk dapat menjadi guru.  Pertimbangkanlah manfaat ini jika Anda mempunyai visi besar untuk kemajuan bangsa ini melalui generasi mudanya, karena ilmu yang telah Anda bagikan adalah bentuk tindakan mulia dari seorang guru


Demikan sharing artikel hari ini :) semoga bermanfaat bagi Anda dan jika Anda ingin menimba ilmu lebih lanjut, bisa kembali ke beranda. Salam integritas!

[/mag]

Baca juga:

Teknik Menulis Cerita | Waktunya Memilih Sudut Pandang Cerita yang Cocok untuk Anda!